Pengalaman Belajar Selama Pandemi di SMAN 1 Bojonggede
Pada saat pertama kali mendaftarkan diri menjadi siswa SMAN 1 Bojonggede,
saat itu pula masih berlangsungnya virus corona. Bayangan sebelumnya akan
bertemu dengan teman-teman baru pun tidak bisa terealisasi dikarenakan angka
penularan virus corona sedang naik-naiknya. Mengikuti dan mematuhi aturan yang
dibuat oleh pemerintah, akhirnya pembelajaran pun dilakukan secara daring.
Pembelajaran dilakukan secara jarak jauh, yang dimana pembelajaran dilakukan
menggunakan goggle classroom dan goggle meet.
Saat pembelajaran jarak jauh ini, terkarang saya merasa senang karena
tidak perlu terburu2 untuk bangun pagi, berbeda dengan saat sekolah offline,
karena jarak dari rumah ke sekolah lumayan jauh, jadi saya harus berangkat
pagi-pagi megingat perjalanan ke sekolah sekitar 30 menit. Lalu hal menyenangkan
saat sekolah online, sekolah lebih santai karena bisa sambil rebahan, sarapan
juga. Tetapi nyatanya, saya tetap sibuk karena saya dipilih menjadi ketua kelas
yang mana harus mengurus absensi dan mengumpulkan tugas2 dari teman-teman
sekelas, walaupun tidak berlangsung lama.
Selain itu, pembelajaran jarak jauh sering terjadi banyak kendala,
diantaranya seperti kuota habis, mati listrik, dan jaringan lemot sehingga
tidak bisa ikut pembelajaran online, dan juga tidak bisa mengerjakan tugas.
Selain itu juga, pembelajaran jarak jauh ini membuat saya sulit untuk memahami
materi. Lebih sulit dibandingkan saat sekolah offline. Dan saya juga merasakan
kurang aktifnya siswa dikelas karena tidak ada interaksi langsung, saat ditanya
oleh guru sering tidak ada yang menjawab. Terdapat juga beberapa siswa yang
tidak ikut pembelajaran jarak jauh dengan berbagai alasan.
Selama masa pembelajaran jarak jauh ini juga saya tidak terlalu mengenal dengan
semua teman-teman di kelas. Saya merasa komunikasi saya dengan teman-teman
sangatlah kurang karena pembelajaran jarak jauh ini. Terkadang juga komunikasi
yang disampaikan menjadi tidak atau kurang tersampaikan dengan benar. Selain
itu juga tugas-tugas yang diberikan oleh bapak dan ibu guru saat pembelajaran
jarak jauh ini lebih banyak dibandingkan sekolah offline. Dan yang terakhir
yang saya tidak suka dari pembejalaran jarak jauh adalah saya jadi tidak diberi
uang saku oleh orang tua saya dengan alasan dirumah ada makanan dan tidak perlu
ongkos karena tidak kemana-mana.
Itulah tadi cerita saya mengenai perbedaan belajar online dan offline, kekurangan serta kelebihannya. Sehingga dapat saya simpulkan, jika saya harus memilih, saya lebih suka belajar offline karena lebih banyak keuntungan yang saya dapatkan. Saya juga berharap semoga pandemi ini cepat berakhir dan dapat belajar lagi sepert biasa secara normal tanpa dihantui oleh rasa takut tertular virus corona.
Kunjungi juga Teman saya :
- Nabila
- Farizi
Foto proses pembelajaran

Komentar
Posting Komentar